Truk Tronton Halangi Para Pedagang Masuk ke Pasar Lelo

0
3
Truk tronton tampak parkir, persis di pintu masuk jalan ke Pasar Lelo, Minggu (31/10/2021).
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Untuk menghalangi pedagang yang mau berjualan, di Pasar Lelo, di Dusun X Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, terlihat truk tronton berbadan besar nopol BE 9252 AJ, parkir persis dipintu masuk jalan ke Pasar Lelo, Minggu (31/10/2021).

Akibatnya, para pedagang yang mayoritas para Emak-emak itu emosi, dan sasarannya personel Satpol PP Pemkab Sergai yang membuat “pagar betis”, di pintu masuk.

Para Emak-emak ini beteriak, “kami disini berjualan untuk mencari makan dan bukan untuk mencari kekayaan, kami bukan tidak mematuhi aturan. Kami siap berjualan di pasar bambu itu, tapi kami jangan dilarang berjualan di Pasar Lelo yang hanya buka setiap Minggu siang”.

Ini pasar kaget sudah ada 20 tahun lalu, ada apa begitu besarnya keinginan pemerintah untuk “menggusur” kami, ada apa dibalik semua itu ??, teriak seorang Emak- emak yang memakai helm.

Di lokasi, tidak ada satu orang pejabat pun yang tampak hadir, guna menghindarkan amukan dan omelan para Emak-emak pedagang.

Truk tronton tampak parkir, persis di pintu masuk jalan ke Pasar Lelo, Minggu (31/10/2021).

Untungnya, personel Satpol PP Sergai, tidak terpancing dengan aksi para pedagang, karena trik yang mereka buat dengan memalangkan truk tronton warna hijau berbadan besar di pintu masuk Pasar Lelo sudah cukup membantu aksi para pedagang untuk masuk.

Informasi dari warga sekitar, tadi pagi, truk nopol BE 9252 AJ itu diduga sengaja diparkirkan, di pintu masuk Pasar Lelo, setelah sopirnya mengangkat kap atau kepala truk, lalu datang mobil menjemputnya dan pergi entah kemana.

“Truk itu nggak rusak, karena kalau rusak pasti sopirnya kebingungan, ini malah ketawa-ketawa ketika pergi,” ucap seorang pedagang yang berjualan disekitar Pasar Lelo kepada awak media.

Para pedagang masih berusaha untuk mencari siapa sopir truk tronton itu, supaya menggeser truknya agar kenderaan pedagang bisa masuk.

Menurut Alfian (45), salah seorang pedagang kepada awak media mengatakan, mereka sudah berupaya ikuti aturan Pemerintah, mau berjualan di pasar rakyat di Sei Rampah.

Truk tronton tampak parkir, persis di pintu masuk jalan ke Pasar Lelo, Minggu (31/10/2021).

Kita siap, yang mana katanya lahan jualan ini milik perorangan. Tapi kita minta mau berjualan disana selain hari Minggu dan kita siap untuk meramaikan pasar rakyat Sei Rampah, walaupun kami tau kalau pasar rakyat yang di Sei Rampah itu milik perorangan juga, tetapi pihak Pemkab Sergai tidak mau transparan, katanya.

Selain itu, jaminan apakah dari Pemerintah Sergai kalau kami bisa berjualan hingga tahunan di sana?

“Ini dugaan permainan otak pengusaha atau pebisnis, kita takut begitu nampak olehnya ramai pembeli, nanti kami diusir dengan alasan karena lahannya mau dibangun,” tutur Alfian.

Tak puas dengan itu, para Emak-emak ini mencoba mencegat satu unit Truk Fuso dengan cara bergelantungan di depan kaca sopir, meminta sopir untuk menarik Truk Hino yang menghalangi, agar kenderaan pedagang bisa masuk ke lokasi pasar lelo. Tetapi niat mereka gagal, sekalipun aksi yang mereka lakukan sempat memacetkan arus lalu lintas. Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Agung Basuni, melihat para pedagang yang mencegat truk dengan dinaiki para Emak-emak ini, untuk segera berjalan perlahan lahan agar arus lalulintas lancar.

Sementara, para pedagang terus berupaya agar kenderaan mereka bisa masuk, karena pembeli atau konsumen mereka yang datang dari kampung-kampung sekitar Desa Firdaus sudah berdatangan.

 

(ML.hrp)