Beranda Nasional Tuntutan Tak Dipenuhi Gojek Medan, Massa Bakar Jaket dan Helm

Tuntutan Tak Dipenuhi Gojek Medan, Massa Bakar Jaket dan Helm

44
0
Pengemudi gojek membakar jaket, Rabu (15/1/2020) (Foto: iNews/ Stephanus)

Medan, buktipers.com – Pengemudi ojek online yang berdemo di depan Kantor PT Gojek Indonesia cabang Medan kecewa karena tuntutannya tidak dipenuhi. Ratusan pengemudi ojek online melakukan aksi bakar jaket dan helm Gojek.

“Beginilah bila aspirasi kami tidak didengarkan, demi inilah kami setiap hari bertaruh nyawa,” teriak salah satu pengemudi di Kompleks CBD Polonia, Rabu (15/1/2020).

Pengemudi Gojek Indonesia menilai saat ini kebijakan yang dibuat oleh aplikator besar yakni PT Gojek saat ini tidak berpihak kepada para driver. Pengemudi merasa aturan yang ada saat ini memberatkan.

“Kami driver yang ada di kota Medan merasa kami perlu menyuarakan ini agar dunia tahu bahwa kami sangat tertindas dengan apa yang mereka lakukan,” ucap Koordinator Aksi, Alex Lawolo.

Baca Juga!  ILC Goes To Danau Teloko

Alex menuturkan, dalam aksi kali ini pihaknya mengajukan sejumlah tuntutan kepada PT Gojek Indonesia terkait dengan keresahan para pengemudi. Salah satu hal yang menjadi sorotan dari pengemudi adanya sistem pembagian order yang dinilai tidak adil dan memakai sistem orderan prioritas.

“Ada driver yang menjadi prioritas dan ada driver yang sudah satu harian keluar tidak mendapatkan orderan sama sekali. Kami rasa ini adalah bentuk ketidakadilan,” sambung Alex.

Tak hanya itu, Alex juga meminta kepada Gojek untuk tidak sembarangan melakukan pemutusan terhadap mitra driver tanpa alasan yang jelas.

“Karena kami menemukan ada ratusan bahkan ribuan rekan kami yang diputus sebagai mitra tanpa ada alasan yang jelas serta tanpa dialog terhadap mitra driver,” sambung Alex.

Baca Juga!  22 Kabupaten/Kota Ikut Ramaikan Lomba Masak Menu Ikan

Selain itu, pada Driver juga meminta kepada PT Gojek Indonesia untuk menghentikan penerimaan driver yang saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. Mereka menyebut tidak bisa maksimal dalam mendapatkan rezekinya.

“Kami juga meminta menutup penerimaan mitra driver karena semakin banyak driver maka persaingan semakin ketat dan kami tidak bisa mendapatkan rejeki secara maksimal,” sambung Alex.

Sementara itu, PT Gojek Indonesia melalui Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut, Dian Lumban Toruan mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan penghapusan sistem alokasi order atau Jeger.

“Tidak bisa (penghapusan alokasi order). Kalau untuk penghapusan tidak bisa. Karena kita juga sudah melihat adanya perkembangan yang positif dimana driver yang rajin menyarakan bahwa order yang dia dapatkan semakin baik,” kata Dian Lumban Toruan.

Baca Juga!  Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Temu Nasional PUSPA 2018

Dian menerangkan bahwa sistem alokasi order yang dituntut dihentikan oleh para driver adalah hasil pembaharuan dari sistem yang sebelumnya yang memperhatikan bagaimana agar mitra Gojek dapat maju bersama PT Gojek Indonesia.

“Itu sebabnya, mitra yang tidak pilih-pilih order akan digunakan untuk mendapatkan orderan. Sehingga dengan mendapatkan banyak orderan maka mitra kami akan semakin maju,” kata Dian.

 

Sumber : iNews.id

 

 

Loading...