Umur Desa 100 Tahun tapi Tak Masuk Listrik, Warga Togabasir Sampaikan Permohonan pada Presiden Jokowi

0
427
Warga Desa Togabasir, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), bermohon kepada Presiden Jokowi, agar secepatnya listrik masuk ke desa mereka. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Warga Desa Togabasir, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah  (Tapteng), berharap  kampung mereka, segera dialiri daya listrik.

Mereka menyampaikan permohonan kepada Presiden Jokowi, agar mendengarkan harapan mereka yang sudah lama dinantikan.

“Sudah seratus tahun desa kami tidak teralir listrik. Tolong lah Pak Jokowi agar desa kami bisa masuk listrik,“ungkap puluhan warga Desa Togabasir ini.

Bontor Sudin, salah seorang putra daerah desa ini yang tinggal di Jakarta, mengatakan, dilihat dari segi umur, Togabasir merupakan desa Tertua di kecamatan ini. Namun hingga saai ini,  listrik tak kunjung ‘lahir’ di desa ini, ujarnya dengan nada prihatin.

Bahkan, dia juga diinformasikan sebebelumnya, jaringan baru akan terpasang, bila  jalan yang menghubungkan Desa Togabasir dan Kelurahan Pinangbaru, Kecamatan Pinangsori, sepanjang 8 kilometer telah dibangun rabat beton, jelas Bontor.

Dia  berharap agar pihak Pemprovsu dan Pemkab Tapteng, bisa melakukan perbaikan akses  jalan tersebut, sehingga pihak PLN tidak ada alasan lagi memasukkan jaringan listrik ke wilayah ini.

Kondisi perkampungan warga Desa Togabasir, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang hingga kini belum dialiri listrik. (Foto/Job Purba)

Tokoh adat setempat, J Sitohang,  mengatakan, sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 lalu hingga kini, desa ini seolah – olah terkucilkan dari perhatian para pejabat pemerintah. Dia juga miris melihat situasi masyarakat yang saat ini, hanya menjadi korban janji – janji para pemangku kepentingan.

“Kasihan kita masyarakat ini. Hanya  janji – janji saja yang kita dapatkan selama ini. Termasuk lah dari pihak PLN yang telah survei berkali – kali. Dan bulan Juni 2018 kemarin, sudah dijanjikan November akan masuk tiang listrik, tapi apa ? Sampai hari ini hanya mimpi – mimpi yang tak pernah terwujud, “ucapnya.

Sekdes setempat juga menyampaikan, bahwa kebutuhan akan penerangan listrik ini saat ini sudah merupakan kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi.

“Listrik ini sudah seperti kebutuhan pokok lainnya yang sangat penting bagi kehidupan, jadi kami berharap Pemerintah bisa memenuhi permintaan kami ini, “ungkap Yosana Mendrofa, Sabtu (9/2/2019). (Job Purba)