Viral !!! Pesta Nikah Pengantin Batak Toba Ini Tuai Hujatan, Polisi Diminta Turun Tangan

0
1557
Pengantin pria yang dikabarkan telah beristri dan memiliki 3 orang anak, namun nekat menikah lagi.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Jakarta

Pesta adat pernikahan yang dilakukan oleh pasangan Hendri Darlis Napitupulu, dengan  Murniwati boru Sinaga, bukan mendapatkan dukungan ucapan selamat atau doa dari netizen.

Namun pesta sakral tersebut, malah mendapat jutaan cibiran, berupa hujatan atas kelakuan sang mempelai pria yang ternyata sudah menikah atau  suami orang.

Pria tersebut telah menikah dengan Siska Lusiana boru Sirait dan bahkan telah dikarunia 3 orang anak.

Namun, pria itu malah nekat melangsungkan pernikahan, pada Sabtu (9/3/2019), di Jalan Lintas Riau – Sumut, tepatnya di Pematang Ibul, kecamatan Bangko Pusako, kabupaten Rohil, Riau.

Seluruh netizen menyayangkan pesta adat tersebut, karena dianggap tidak layak dilakukan seorang pria batak yang masih utuh memiliki istri dan telah dikaruniai 3 orang anak.

Tidak sampai disitu, jutaan netizen juga menyayangkan sikap cuek yang dipertontonkan oleh para tokoh adat dan juga tokoh marga, yang pada saat itu melihat kedatangan Siska Lusiana boru Sirait,yang merupakan istri sah si pengantin pria tersebut.

“Kok para undangan pada diam sih, wanita itukan datang bersama ketiga anaknya, wah tega banget ya. Dimana hati nurani semua tamu yang hadir, “tulis Dewi dalam salah satu group facebook.

Salah satu akun, bernama Rendy Situmorang juga berkomentar, “para tokoh adat seharusnya Bijak terkait kedatangan Si perempuan tersebut. kalau memang adil, tolonglah acara dihentikan dulu sebentar dan kasih waktu buat si istrinya untuk angkat bicara,itu acara adat yang kurang beradab,” tulisnya dikolom komentarnya.

Surat dari pihak Kepolisian.

Terkait peristiwa video viral ini, Nelson Sinaga, salah satu tokoh muda  pemerhati sosial budaya batak, menegaskan, secara norma adat batak, pesta adat tersebut tidak lazim dilaksanakan karena melanggar aturan tatanan adat-istiadat batak.

Sepengetahuan saya, dalam adat istiadat Batak Toba, seorang pria tidak boleh melakukan pernikahan selama masih memiliki ikatan sah sebagai suami dengan pihak wanita atau belum cerai.

Peristiwa pernikahan tersebut telah menciderai norma adat suku batak, ujarnya.

Pernikahan seperti ini, aneh bin ajaib. Hal ini tidak boleh terulang lagi, ini adalah berita duka, turut berdukacita atas peristiwa ini, ungkap pria yang juga menggeluti dunia jurnalis tersebut.

Pernikahan itu seharusnya tidak boleh terjadi dan terlaksana. Ini kok ada pihak yang berani melakukan sakramen sakral berupa pernikahan, pada saat si pria masih menyandang status suami, kan aneh, Tanya dia.

Apakah pihak terkait dalam hal ini gereja, sebagai sarana tidak teliti data kependudukan dengan melihat status calon pengantin pria. Kita ragu, jangan-jangan ada data yang dimanipulasi atau segaja dipalsukan, sehingga terlihat asli. Kalau tidak ada data yang dipalsukan untuk mengganti status, ini tidak akan pernah terjadi, ungkapnya.

Pihak yang berwenang harus ikut berperan dalam peristiwa viral ini, karena sudah membuat suasana gaduh di tengah masyarakat luas, khususnya masyarakat batak.

Bila ada ditemukan pemalsuan data, Polisi harus melakukan langkah hukum, karena melanggar KUHP  Pasal 263  Ayat 1, dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara, pungkasnya.

(7 Naga)