Wajah Baru Penyidikan KPK Dipimpin Kombes Asep Guntur Rahayu

0
1
Asep Guntur Rahayu (Foto: detikcom)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com  – Kombes Asep Guntur Rahayu dilantik menjadi Direktur penyidikan KPK hari ini. Asep akan menjadi wajah baru penyidikan KPK menggantikan irjen Setyo Budiyanto yang akan menjabat Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Asep Guntur Rahayu, jabatan Direktur Penyidikan,” ujar petugas yang membacakan nama-nama pejabat baru yang diambil sumpahnya seperti disiarkan langsung melalui kanal YouTube KPK, Kamis (2/6/2022).

Diketahui, Asep sebelumnya menjabat Kabag Penkopeten Biro Pembinaan Karier (Robinkar) SSDM Polri. Berdasarkan catatan detikcom, Kamis (2/6/2022), Kombes Asep juga pernah menjabat Wakapolres Jakarta Pusat pada 2017. Dia juga pernah menjabat Kapolres Cianjur pada 2015.

Saat menjabat Kapolres Cianjur, sosok Asep ramai disorot lantaran dikenal sebagai polisi yang kerap melakukan aksi-aksi sosial di masyarakat. Contohnya membangunkan rumah untuk warga miskin, Andun Suherman yang memasak batu demi menenangkan anaknya yang lapar.

Asep berasal dari Majalengka, Jawa Barat. detikcom pernah mewawancarai Kombes Asep pada Rabu (4/11/2015). Saat itu dia masih berpangkat AKBP.

Asep mengaku, sebelum jadi Kapolres Cianjur, dia bertugas di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. “Saya sebelumnya di Mabes Polri. Baru sekitar lima bulan di sini,” kata Guntur kala itu.

Alumnus Akademi Kepolisian Tahun 1995 ini juga pernah bertugas di KPK. Dia menjadi penyidik saat lembaga antirasuah itu dipimpin Antasari Azhar.

Asep Guntur memiliki istri seorang polwan yang saat ini menjabat Kapolres. Istrinya adalah Kapolres Subang, AKBP Sumarni.

Selain Asep Guntur, KPK melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi (JPT) pratama dan kepala cabang rumah tahanan (rutan) KPK hari ini. Berikut nama-nama pejabat yang dilantik hari ini:

  1. Direktur Penyidikan Asep Guntur Rahayu, dari Kepolisian RI
  2. Direktur Bidang Kordinasi dan Supervisi Wilayah IV Elly Kusumastuti, dari Kejaksaan RI
  3. Kepala Sekretariat Dewan Pengawas Haerudin, dari KPK RI
  4. Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik Herda Helmijaya, dari KPK RI
  5. Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Kartika Handaruningrum, dari Kementerian Luar Negeri RI
  6. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Amir Arief, dari KPK RI
  7. Kepala Pusat Perencanaan Strategis Pemberantasan Korupsi (PPSPK) Muhamad Suryanto, dari Kementerian Keuangan RI
  8. Kepala Biro Sumber Daya Manusia Zuraida Retno Pamungkas, dari Kementerian Keuangan RI
  9. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Yuyuk Andriati Iskak, dari KPK RI
  10. Kepala Cabang Rumah Tahanan (Rutan) KPK Achmad Fauzi, dari Kementerian Hukum dan HAM RI

Kombes Asep Guntur Punya Harta Rp 2 M

Kombes Asep Guntur Rahayu mulai mengemban amanah baru sebagai Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK. Asep tercatat memiliki harta kekayaan Rp 2 miliar lebih.

Dicek melalui laman eLHKPN, Kamis (2/6/2022), Asep melaporkan hartanya pada 21 Februari 2022 dengan status calon penyelenggara negara. Total hartanya adalah Rp 2.043.091.658.

Harta itu terdiri dari 3 bidang tanah dan bangunan di Bandung dan Cianjur senilai Rp 2.050.000.000. Dia turut mencatatkan kepemilikan 2 unit mobil yaitu Avanza dan Fortuner, serta 1 unit motor Honda Beat yang keseluruhannya senilai Rp 364.000.000.

Asep juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp 16,3 juta serta kas dan setara kas Rp 50 juta. Di sisi lain Asep memiliki utang Rp 437.208.342.

Kombes Asep Guntur Bakal Dapat Promosi Bintang Satu

Kombes Asep Guntur Rahayu kini resmi menjabat Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK. Atas hal tersebut, Polri akan menaikkan pangkat Asep Guntur dari Kombes menjadi bintang satu atau Brigjen.

“Kepangkatannya bintang satu,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Kamis (2/6/2022).

Sebab, Dedi menjelaskan jabatan Dirdik KPK setara dengan jabatan eselon dua aparatur sipil negara (ASN). Nantinya Asep Guntur akan berpangkat brigjen.

“Kalau jabatan Dir Penyidikan KPK setara dengan eselon 2 ya. Ya betul (brigjen),” ujar Dedi.

 

Sumber : detik.com