Wakapolres Kapuas Hulu Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2019

0
191
Wakapolres Kapuas Hulu, Kompol Alber Manurung, SH, SIK, memimpin jalannya apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Bina Karuna Kapuas 2019, Rabu (24/7/2019), pukul 08.00 WIB, di halaman Polres Kapuas Hulu. (Foto/Bayu)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Kapuas Hulu (Kalbar)

Wakapolres Kapuas Hulu, Kompol Alber Manurung,SH, SIK, memimpin jalannya apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Bina Karuna Kapuas 2019, yaitu pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan, Rabu (24/7/2019), pukul 08.00 WIB, di halaman Polres Kapuas Hulu.

Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya, Bupati Kapuas Hulu yang diwakili Asisten III, Drs. H. M. Yusuf, Ketua DPRD, Rajuliansyah, S. Pdi, Dandim 1206/Psb yang diwakili Kasdim, Mayor Inf. Agus Jailani, Kajari Kapuas Hulu, Slamet Riyanto, SH. MH, Danyon Inf Rider 644/Walet Sakti yang diwakili Wadanyon, Mayor Danang,  PJU Polres Kapuas Hulu, para Camat, Kapolsek jajaran serta Danramil, Kepala BPBD dan Manggala Agni Kapuas Hulu

Para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran.

Dalam arahannya, Wakapolres mengatakan, Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan, dengan kondisi geografis yang luas.

Sehingga berpeluang bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan dengan cara membakar. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, kata Kompol Alber Manurung.

Wakapolres Kapuas Hulu, Kompol Alber Manurung, SH, SIK, menyematkan pita tanda dibukanya Operasi Bina Karuna Kapuas 2019, Rabu (24/7/2019), pukul 08.00 WIB, di halaman Polres Kapuas Hulu. (Foto/Bayu)

Dia juga menyampaikan dampak asap bagi kesehatan, diantaranya merusak saraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, menggangu aktifitas belajar anak di sekolah dan termasuk menimbukan penyakit infeksi saluran pernafasan.

Lanjutnya, penanggulangan Karhutla dapat dilakukan, dengan upaya pemetaan hot spot, deteksi dini, melakukan himbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi lain, memberdayakan peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta Kades/Lurah, sebagai kekuatan tiga pilar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,memberdayakan peran tomas dan mendorong pemda melakukan upaya sesuai tupoksinya.

Upaya preventif, antara lain dengan melakukan patroli bersama, patroli udara, mendatangi TKP dan melakukan pemadaman bersama stakeholders lainnya serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran, katanya.

Sedangkan upaya Gakkum dengan mendatangi TKP, melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas, barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum, ucapnya.

Perlu kesadaran dari semua pihak pengguna lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Larangan ini sebagaimana telah di atur dalam Undang – undang Perkebunan maupun Lingkungan Hidup, tegasnya.

(Bayu)