Beranda Hukum Walau Ada Pedamaian, Kasus Penganiayaan Ditangani Polsek Siantar Barat Tetap Lanjut ...

Walau Ada Pedamaian, Kasus Penganiayaan Ditangani Polsek Siantar Barat Tetap Lanjut  

92
0
Kapolsek Siantar Barat, Iptu Subagya dan Kanitreskrim Ipda Joni H.Purba.(BP)
Loading...

Buktipers.com – Pematangsiantar

Walaupun sudah ada perdamaian diantara kedua belah pihak, namun kasus penganiyaan terhadap Jepri Syahputra yang terjadi di wilayah hukum Polsek Siantar Barat, ternyata tetap akan dilanjutkan sesuai tahapan proses hukum yang berlaku.

Kapolsek Siantar Barat, Iptu Subagya didampingi Kanitreskrim Ipda Jon H.Purba menegaskan itu menanggapi wartawan yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/3/2019) selepas solat Jumat.

Ujar Kapolsek lagi, bahwa Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke kejaksaan, bahkan kedua tersangka pelaku penganiayaan inisial W dan RI sejak diamankan tetap ditahan dan dikenakan ancaman pelanggaran Pasal 170 KUHP.

Penegasan Kapolsek bahwa perkara penganiyaan ini tetap lanjut hingga ke pengadilan sekaligus menepis adanya isu berkembang yang menyebut, bahwa pihak Polsek ada ‘meminta’ sejumlah uang agar kasusnya diberhentikan dan perkaranya dicabut.

Baca Juga!  Penangkapan Judi Togel di Samosir Jangan Jurtul Saja, Tangkap Bandarnya!  

“Kalau soal itu (isu) biar Kanit saya saja yang menjawab. Karena nama dia yang disebut mengenai itu,” kata Kapolsek.

Rumor mengenai isu menerima uang ini pun dijawab Kanitreskrim. Ipda Jon H.Purba selaku Kanit yang ‘dituding’ seseorang meminta sejumlah uang malah terlihat sangat santai bahkan tersenyum.

Sembari tersenyum, dia mengaku sedikit kaget dengan adanya tudingan pada dirinya yang mengatakan meminta sejumlah uang agar kasusnya diberhentikan. Hal ini dengan tegas dibantahnya, bahwa semua itu tidak benar.

Bahkan Kanit itu mengajak wartawan berfikiran logis, bagaimana mungkin kasus itu bisa dihentikan dan perkaranya dicabut, sedangkan SPDP sudah dikirim ke kejaksaan, selain itu sejak awal diamankan kedua tersangka penganiyaan tetap ditahan.

Baca Juga!  Tak Perlu Perda/Perwa, Pemko Siantar Sebut Stadion Horbo Memang Bernama Stadion Farel Pasaribu

Kanit itu juga tidak membantah, beberapa waktu lalu ada seseorang menemui dia, inisial J, meminta untuk dibantu mengenai kasus penganiyaan itu agar perkaranya dicabut.

Oknum inisial J itu beralasan bahwa kedua belah pihak, antara korban Jepri dan pihak tersangka sudah mengadakan perdamaian. Kedua tersangka dalam kasus ini adalah W dan RI.

“Tapi saya jawab, masalahnya tidak semudah itu, apalagai berkasnya sudah SPDP,” katanya sembari menambahkan selebihnya pihak Polsek tidak tahu menahu soal bagaimana terbitnya perdamaian itu.

Permasalahan ini juga imbuhnya, sudah dijelaskan kepada atasannya Kasatreskrim Polres Pematangsiantar. “Kita sama sekali tidak tahu-menahu mengenai uang itu. Dan ini yang kita jelaskan kepada atasan kita,” tandas Kanit.

Baca Juga!  PPWI Nasional Apresiasi Penangkapan Terduga Pembunuh Wartawan

Menanggapi adanya perdamaian itu, Kapolsek menambahkan, itu sah-sah saja, tapi bukan berarti akan menghentikan perkara pidananya. Perdamaian itu kata dia nantinya urusan hakim di pengadilan untuk dijadikan pertimbangan dalam putusannya.

Kasus penganiyaan itu, kata Kanit terjadi tanggal 27 Pebruari 2019 di depan Kantor PWI Kota Pematangsiantar. Korban dikeroyok kedua tersangka hingga bagian wajah korban luka-luka dan memar.

Selanjutnya, korban membuat laporan pengaduan sesuai bukti laporan polisi No.Pol: LP/13/II/2019/STR BRT tanggal 27 Pebruari 2019.(red)

 

Loading...