Beranda Hukum Wali Kota Hefriansyah Menangis di Polda Sumut, Apakah Jadi Tersangka? Begini Penjelasan...

Wali Kota Hefriansyah Menangis di Polda Sumut, Apakah Jadi Tersangka? Begini Penjelasan Humas Polda

94
0
Hefriansyah, Wali Kota Pematangsiantar tertangkap kamera saat menangis di Masjid Polda Sumut. Facebook

Siantar, buktipers.com – Polda Sumut telah dua kali memeriksa Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar insentif pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Hefriansyah diperiksa di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) selam dua kali yakni (29/7/2019) dan hari ini (5/8/2019).

Beredar informasi Wali Kota Pematangsiantar Hefriasnyah diduga telah ditetapkan sebagai tersangka pungli dana insentif.

Namun, informasi ini dibantah oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Kombes Pol Tatan mengatakan sampai saat ini Hefriansyah belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Belum tersangka.

Belum.

Kalau ditanya itu, belum.

Itu dulu,” katanya saat dihubungi via seluler, Senin (5/8/2019).

Baca Juga!  Polisi Gagalkan Penyelundupan 25 TKI Ilegal di Tanjungbalai, 1 Agen Ditangkap

Tak hanya itu, foto Wali Kota Hefriansyah tampak menangis di Masjid di Polda Sumut beredar di media sosial.

Dalam foto itu, Hefriansyah mengenakan kemeja putih duduk di lantai dengan menutup wajah.

Kabarnya juga, Hefriansyah telah ditahan di Polda Sumut.

Seperti diketahui, Polda Sumut melakukan OTT di BPKAD Siantar pada 11 Juli 2019.

Unit Tipikor telah menetapkan Kepala BPKAD Adiaksa Purba dan Bendahara BPKAD Erni Zendrato sebagai tersangka pungli dana insentif pegawai sebesar 15 persen dengan barang bukti Rp 186 juta.

Polisi telah memanggil Sekretaris Daerah Budi Utari, Wali Kota Hefriansyah, dan para pegawai BPKAD.

Sebelumnya, Wali Kota Hefriansyah membantah terlibat pungli dana insentif pegawai BPKAD Siantar.

Baca Juga!  Bus Tabrak Motor, Suami dan Anak Selamat, Istri Tewas

Saat ditemui di Gedung DPRD Siantar Senin (15/7/2019), Hefriansyah mengatakan tidak pernah mengurusi hak orang lain.

“Aduh, kau kan tahu mainanku.

Daki dan keringat orang gak pernah kuurus-urus biar tahu aja kalian,”katanya.

“Aku kalau bicara bolak balik setiap rapat dengan ASN.

Kerja bagus-bagus jangan macam-macam. Harus Profesional. Yang aneh-aneh bukan urusanku itu.  Aku setiap ada acara ingatkan ke ASN,” katanya.

 

Sumber : tribunnews.com

 

 

Loading...