Beranda Hukum Wali Kota Siantar Bakal Diperiksa Terkait Kasus Pungli di BPKD Siantar

Wali Kota Siantar Bakal Diperiksa Terkait Kasus Pungli di BPKD Siantar

80
0
Wali Kota Siantar, Hefriansyah. (Net)

Buktipers.com – Siantar (Sumut)

Polda Sumut akan memanggil Wali Kota Siantar, Hefriansyah untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus korupsi pemotongan dana insentif dan lembur pegawai sebesar 15 persen.

“Kami akan melakukan pemeriksaan wali kota sebagai saksi,” kata Kasubdit Tipidkor Polda Sumut Kompol Roman usai menggeledah Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematangsiantar, Jumat (19/7/2019).

Kompol Roman menjelaskan, pihaknya telah selesai menggeledah dan menyita dokumen untuk kebutuhan penyidikan kasus pungutan liar ini.

Menurutnya, ada beberapa dokumen yang diamankan untuk menyinkronkan keterangan tersangka dengan barang bukti.

“Ada berapa dokumen yang kami amankan. Untuk penyidikan. Kami sinkronkan dengan tersangka.

Kami akan lakukan pendalaman apakah ada tersangka baru atau enggak,” ujarnya.

Baca Juga!  Bangunan Tugu Sangnawaluh Mangkrak, Ini Kata Wali Kota Siantar

“Jadi yang kami tangani adalah potongan insentif bagi pegawai triwulan 1 dan 2 termasuk uang lembur. Untuk yang kita dapatkan sementara sesuai dengan BB Rp 186 juta,” ujarnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Leonardo Simanjuntak mengaku dirinya menemani petugas Tipikor menggeledah ruangan.

“Petugas hadir menunjukkan surat penggeledahan. Kami lihat ada lima ruangan yang digeledah. Surat penyitaan sudah ditanda tangani Kabag Hukum,” ujarnya.

Wali Kota Siantar Bantah Perintahkan Pemotongan

Polda Sumut telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu Kepala BPKD Siantar Adiaksa Purba dan Bendahara Erni Zendrato setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (12/7/2019).

Polisi membawa 16 pegawai sebagai saksi dalam kasus OTT pemotongan atas insentif pajak pegawai BPKD Siantar.

Baca Juga!  Kemensos RI Bersama FKSKK Resmikan Tugu Keserasian Sosial Kampung Kito

Hefriansyah menilai pegawai yang memberikan uang sebesar 15 persen dari jatah insentif pajak ke ke bendahara terlalu bodoh.

“Sekarang kan sudah langsung ke rekening langsung ke Bank Sumut. Bodoh kalilah itu mau kasih-kasih lagi,” katanya.

Hefriansyah membantah pemotongan itu adalah perintah darinya.

Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah menyalahkan para pegawai yang mau memberikan uang ke pejabat Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Siantar.

“Aduh, kau kan tahu mainanku. Daki dan keringat orang enggak pernah kuurus-urus. biar tahu aja kalian,” katanya kepada wartawan.

Hefriansyah mengaku telah memberi semangat kepada para tersangka. Ia belum mau membahas tentang pergantian Kepala BPKD Adiaksa Purba yang telah menjadi tersangka.

Baca Juga!  Dua Pelaku Spresialis Pembongkar Rumah Di Gelandang Polisi

“Kami kasih semangat dulu. Biar ada pembelaan dia dulu. Jangan langsung kalian vonis. Belum ke arah situ (pergantian). Kabag Hukum sudah ke sana. Hak orang jangan diganggu-ganggu,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar mengatakan masih menunggu petunjuk dan teknis dari pimpinan untuk pergantian Kepala BPKD.

Ia mengatakan telah mengirimkan pendamping dari Korpri untuk membantu tersangka di Polda Sumut.

“Dari Korpri sudah dilakukan pendampingan,” katanya.

 

Sumber : tribunnews.com

 

Loading...