Walikota : Anak Awal Mata Rantai Manusia

0
281
IMG-20170824-WA0004
Loading...

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Walikota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan diwakili Sekdako Tebing Tinggi H. Johan Samose Harahap mengatakan bahwa anak merupakan awal mata rantai manusia yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa pada masa depan.

Hal ini disampaikan saat memberikan bimbingan dan arahan sekaligus membuka pertemuan fasilitas konvensi Hak Anak Kota Tebing Tinggi dengan nara sumber dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPS) Provinsi Sumatera Utara Issunya Nancy, Kamis (24/8/2017) di Gedung Hj.Sawiyah, Tebing Tinggi.

Selanjutnya beliau mengajak agar semua menyiapkan generasi muda yang berkualitas sebagai penerus dan pewaris bangsa, berarti membangun dan menyejahterakan kehidupan anak sedini mungkin.

Baca Juga!  Demi Menampung Aspirasi Masyarakat Desa. Asep Nurdin Rela Menantang Besarnya Ombak.

“Kepada anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur,” terangnya.

H.Johan Samose Harahap menjelaskan bahwa konveksi hak-hak anak merupakan sebuah konvensi Internasional yang mengatur hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan kultural anak. Negara-negara yang meratifikasi konvensi Internasional ini terikat untuk menjalankannya sesuai dengan hukum Internasional dan diawasi oleh komite hak-hak anak perserikatan bangsa-bangsa yang anggotanya terdiri dari berbagai negara di dunia.

“Indonesia adalah salah satu negara yang telah meratifikasi konvensi ini, negara-negara yang telah merativikasi konvensi ini diharuskan untuk melaporkan secara berkala untuk mengevaluasi kemajuan-kemajuan yang di capai,” ujar Sekdako.

Baca Juga!  Pemecatan Tiga Pegawai Honorer Pemko Belum Sah dan Final

Terkahir Sekdako Tebing Tinggi mengajak semuanya bahwa dengan adanya pertemuan ini dapat dijadikan momentum untuk lebih memajukan Kota Tebing Tinggi yang ramah terhadap anak serta dapat memenuhi hak-hak anak yang ada di kota Tebing Tinggi.

Selanjutnya nara sumber dari pusat kajian dan perlindungan anak (PKPS) Provinsi Sumatera Utara menjelaskan Misi dari dibentuknya Pusat Kajian dan Perlindungan Anak Adalah untuk penelitian, pengkajian masalah anak pendidikan, pelatihan anak, advokasi anak litigasi, non litigasi publikasi, sosialisasi hak-hak anak pembangunan dan penguatan jaringan bagi anak program perlindungan anak pada situasi darurat.

Beliau berharap peran dari semuanya dalam mendukung dan mengawasi program pemerintah pusat ini agar disukseskan.(Hormianna/Red)

Loading...