Beranda Uncategorized Walikota Surabaya Pamerkan Penegakan Perda Ke Satpol PP Se Indonesia

Walikota Surabaya Pamerkan Penegakan Perda Ke Satpol PP Se Indonesia

536
0
IMG_20170810_062107
Loading...

BuktiPers.Com – Jakarta (DKI)

Wali Kota Tri Rismaharini pamerkan penegakan perda yang dilakukan Satpol PP Kota Surabaya. Penegakan Perda di Surabaya selalu mengedepankan keadilan dan humanis tapi tetap tegas.

Hal ini diungkapkan Risma saat menjadi pembicara dalam Workshop Penerapan Standart Pelayanan Minimal (SPM) Subbidang Trantibum yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri yang diselenggarakan di Garden Palace Hotel, Rabu (9/8/2017) malam.

“Harus ada inovasi atau program-program untuk penegakan perda secara humanis. Di lapangan yang tidak benar harus ditindak, tapi kalau mereka benar dan butuh bantuan ya harus ditolong,” kata Risma.

Tak hanya tegas menegakkan Perda, Satpol PP Surabaya kata Risma juga melakukan semua kegiatan diluar tugasnya sebagai penegak perda. Ia mencontohkan, saat terjadi hujan Satpol PP juga ikut berpatroli membantu mobil mogok.

Baca Juga!  Dua Pengedar 4,7 Kg Sabu Ditangkap, Bandarnya Napi di Lapas

“Jadi kalau Satpol PP di Surabaya itu pernah saat sama saya mereka juga ikut bersihkan gorong-gorong,” ungkapnya.

Beberapa inovasi dan fasilitas yang dilakukan Satpol PP Surabaya juga dibeberkan Risma di depan puluhan Kepala Satpol PP dari 50 Kota/Kabupaten se Indonesia.

“Mereka juga buat program software untuk penegakan perda seperti pemantauan reklame lalu mereka juga punya segway, sepatu roda untuk berpatroli di pedestrian dan ada juga pink trail yang dikendarai Satpoltik (Satpol PP cantik),” imbuh Risma.

Untuk kinerja penertiban oleh Satpol PP yang dianggap Walikota perempuan pertama di Surabaya yakni penertiban Pasar Keputran dan alih fungsi lokalisasi dolly dan Jarak.

“Saya tahu, mereka merasakan ditekan dan diancam saat itu (alih fungsi lokalisasi), bahkan untuk yang dipasar Keputran semua Satpol PP Kota dan Kecamatan dan juga kepada dinas menjaga secara giliran,” ujarnya.

Baca Juga!  Para Pelaku Ini Jual Ijazah Palsu Rp800 Ribu, KTP Rp60 Ribu dan SIM Dibandrol Rp150 Ribu

Risma juga menambahkan dalam melakukan penegakan perda haruslah dengan cara persuasif dan humanis, tidak semena-mena menganggap yang ditertibkan itu salah.

Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri, Asadullah mengharapkan Satuan Polisi Pamong Praja Harus bersahabat dengan tenoklogi dalam Penerapan Standart Pelayanan minimal (SPM), Subbidang Trantibum.

“Harus memnfaatkan teknologi, biar tidak kalah dengan pelanggarnya dalam menegakkan Perda terutama dalam menerapkan UU No 23 tahun 2014,” ujar dia dalam sambutannya. (Dtk/Red)

Loading...