Wanita Asal Batam Ditangkap Kasus PMI Ilegal, Terancam 10 Tahun Bui

0
15
Foto: Wanita berinisial Y ditangkap kasus PMI ilegal (Istimewa)
Dijual Rumah

Batam, buktipers.com – Seorang perempuan berinisial Y (40) warga Batam pengurus calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dibekuk polisi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pelaku Y diketahui melakukan pengurusan 6 calon PMI yang akan diberangkatkan ke Singapura.

“Pelaku berinisial Y (40) yang berperan sebagai orang yang menyediakan tempat tinggal, mengurus dokumen berupa paspor dan berkomunikasi dengan agen di luar negeri,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Restia Octane Guchy, Sabtu (26/8/2023).

Restia menyebutkan, pengungkapan penampungan 6 PMI ilegal tersebut berkat informasi masyarakat yang diterima polisi. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

“Unit Reskrim Polsek Nongsa mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdapat calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan secara non prosedural di Kavling Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam,” ujarnya.

Saat pengecekan ke lokasi yang dimaksud, Polisi menemukan 3 orang calon PMI dan 1 orang saksi berinisial F di sebuah rumah pada Rabu (23/8). Hasil interogasi singkat diketahui para CPMI itu diurus oleh pelaku berinisial Y yang sedang berada di Tanjungpinang.

“Hasil Interogasi terhadap F dan 3 calon PMI didapati informasi bahwa terdapat 1 orang pengurus yaitu Y yang berada di Kota Tanjungpinang. Selain itu didapatkan informasi ada 3 calon PMI lainnya yang berada di Batu Aji,” jelasnya.

Polisi kemudian membagi dua tim dengan melakukan pengejaran terhadap pelaku Y di Tanjungpinang dan menyelamatkan 3 CPMI di penampungan di Kecamatan Batu Aji

“Pelaku Y dibekuk Unit Reskrim di Alamat KM 8 Kelurahan Air Raja Kota Tanjungpinang. Pelaku, korban dan barang bukti dibawa ke Polsek Nongsa untuk pendalaman,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan polisi, keenam orang CPMI Itu berasal dari berbagai daerah yakni Aceh, Lampung, Palembang, Jambi dan Batam. Jika keenam CPMI tersebut berhasil sampai ke Singapura maka pelaku Y akan mendapatkan keuntungan puluhan juta.

“Hasil pemeriksaan pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 56.800.000 jika 6 PMI berhasil sampai di Negara Singapura. Rencananya para korban akan bekerja sebagai buruh bangunan di sana,” sebutnya.

Dari pengungkapan tersebut polisi juga turut menyita beberapa barang bukti diantaranya 1 unit handphone oppo A96 warna putih, 2 buah passport, Resi Transfer Mbanking, 1 Lembar Boarding Pass, 2 lembar tiket dari Kuala Tungkal tujuan Kota Batam, 6 buah kartu Identitas korban dan 1 buah kartu Identitas pelaku

Pelaku Y oleh polisi dijerat dengan pasal perlindungan pekerja migran Indonesia dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar.

 

Sumber : detik.com