Warga Berbondong – bondong Lihat 2 Ekor Lumba – lumba di Sungai Kualuh Labura, BKSDA Sumut Terjunkan Tim

0
275
Penampakan lumba-lumba air tawar di Sungai Kualuh, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (27/1/2019). (Tribun Medan)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Labura (Sumut)

Dua ekor spesies lumba-lumba air tawar (orcaella brevirostris) atau Pesut, terlihat di Sungai Kualuh, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (27/1/2019) kemarin.

Kehadiran dua hewan mamalia itu, sontak menggegerkan masyarakat di dekat Sungai Kualuh. Karena sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini. Dua ekor spesies langka yang tidak pernah dilihat warga itu, pertama kali menampakan diri pada siang hari.

Kabar adanya lumba-lumba air tawar di Sungai Kulauh, membuat warga penasaran. Hingga mereka berbondong-bondong memadati bantaran sungai, untuk melihat lumba-lumba itu memunculkan diri kepermukaan.

Lumba-lumba yang memiliki warna tubuh biru dan putih ini, memiliki benjolan di kepala, serta moncong yang percis seperti lumba-lumba.

Kedua ekor ikan langka itu terus meliuk-liuk dari hulu ke hilir. Warga yang menyaksikan atraksi kedua hewan lumba-lumba air tawar ini pun, bersorak sorai layaknya seperti sedang menyaksikan atraksi sirkus.

Bukan takut, kedua ekor jenis mamalia itu justru seperti hendak menunjukkan kebolehannya dalam beratraksi di Sungai Kualuh. Semakin banyak masyarakat yang ramai bersorak menyaksikan aksi lumba-lumba itu, ikan itu pun semakin lincah meliuk-liuk menampakan dirinya.

Momen penampakan kedua ikan itu pun menjadi sasaran bidikan kamera seluler warga. Ada yang memfoto serta merekam setiap gerak-gerik ikan langka itu.

Sesekali warga memanggil lumba-lumba itu dengan siulan, agar ia muncul ke pemermukaan. Ada pula masyarakat yang sengaja menaiki perahu untuk bisa melihat lumba-lumba itu dari jarak dekat.

Menanggapi fenomena yang terjadi, Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane mengatakan video amatir mengenai dua lumba-lumba yang viral di masyarakat, membuat masyarakat yang penasaran datang berduyun-duyun ke Sungai Kualuh untuk melihat hewan mamalia itu.

Edi menceritakan bahwa di Desa Kuala Beringin, Dusun II Ramean, Kecamatan Kualuh Hulu, selama ini belum pernah ada kejadian seperti ini.

“Ini baru pertama kali terjadi ada lumba-lumba di Sungai Kualuh. Masyarakat cukup antusias untuk melihat. Tapi tidak ada yang mengganggu,” kata Edi via telepon seluler, Senin (28/1/2019)

“Kemarin sore kita sudah lapor ke BKSDA Asahan dan sudah mereka konfirmasi akan turun hari ini,” tambahnya.

Edi mengaku khawatir banyaknya masyarakat yang melihat bisa saja membuat lumba-lumba stres dan berujung dengan kematian. Memang masyarakat tidak ada memburu atau melempar hewan itu.

“Sekarang ini masih ramai kali orang-orang dari luar desa datang melihat fenomena alam yang jarang terjadi ini,” ujarnya.

Ditanya apakah pernah ada penampakan lumba-lumba sebelumnya di Sungai Kualuh, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Edi menuturkan bahwa belum pernah ada. Namun penampakan yang sama terjadi di Labuhanbatu Selatan beberapa hari lalu.

“Kemarin saya baca di medsos ada juga di kelurahan Gunting saga, aliran Sungai Kualuh ini juga. Jaraknya dua jam perjalanan kalau naik Boat,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi saat dikonfirmasi via telepon seluler mengatakan sudah ada mendapatkan laporan soal lumba-lumba yang terlihat di Sungai Kualuh itu.

“Iya kita sudah dapat laporan, saat ini sudah kita utus asisten untuk datang ke lokasi,” kata Hotmauli.

“Kita duga itu lumba-lumba tersesat. Jadi bisa saja saat air pasang dia terikut dan terjebak di muara Sungai Kualuh itu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Hotmauli menjelaskan bahwa langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap lumba-lumba sudah dilakukan BKSDA.

“Langkah kita saat ini akan melakukan pengamanan dilokasi bersama nelayan agar lumba-lumba tidak di ganggu. Selanjutnya akan kita lakukan penghalawan ikan itu ke habitatnya,” jelas Hotmauli.

Sumber : tribunnews.com