Beranda Samosir Warga Cemas Lewat Jalan Penghubung Tomok-Onan Runggu

Warga Cemas Lewat Jalan Penghubung Tomok-Onan Runggu

39
0
Sejumlah pengendara melintas di badan jalan yang lumayan rawan longsor tepatnya di Desa Sigarantung, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Selasa (7/5/2019). Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Loading...

Buktipers.com – Samosir (Sumut)

Pengendara yang melintas di Desa Sigarantung, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir merasa khawatir dengan kondisi tebing di sekitar jalan karena dinilai kurang stabil.

M Situmorang, warga Sigarantung mengatakan tebing-tebing tersebut mulai longsor kecil-kecilan.

“Ini sudah mulai longsor-longsor, meski masih skala kecil-kecilan,”ujarnya, Selasa (7/5/2019).

Tebing-tebing di daerah itu memang terlihat cukup gundul dan kurang penghijauan. Di sisi sebelah atas badan jalan, kerikil hingga bebatuan cukup berbahaya jika sampai jatuh dan menimpa pengendara.

Sisi jalan tampak ditimbun memakai kerilkil, meski material kerikil selalu terbuang ke jurang. Sementara pepohonan tidak tampak ditanami untuk mengatasi longsor dalam waktu jangka panjang.

Pada sejumlah titik ada badan jalan yang nyaris tergerus ke arah jurang dan kerikil berserakan.

Baca Juga!  Di Pangururan, Jembatan Berlobang Dibiarkan, Tommy: Apakah Menunggu Ada Korban?

Jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar Kecamatan Simanindo-Onan Runggu Kabupaten Samosir.

Ada juga jalan nyaris terputus, dan sisi jalan longsor karena tidak ada tembok penahan. Sementara  timbunan tanah liat dan dudukan aspal tidak padat.

Menurut Situmorang, sewaktu-waktu jalan itu bisa longsor, apalagi kalau musim penghujan. Kondisi tebing dan pebukitan seakan jatuh menutup badan jalan.

Pria yang bekerja sebagai petani ini mengatakan, longsor pernah terjadi hingga melumpuhkan jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Samosir tersbut.

“Baru-baru ini, Oktober 2018 lalu longsor pernah mengakibatkan jalan tertutup hingga melumpuhkan jalur menuju Tomok dan dari arah Onan Runggu. Longsor yang telah berulang-ulang terjadi itu mengakibatkan pengendara mengantri,” ujarnya.

Baca Juga!  PT TPL Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang di Samosir

Rina Sihombing, pengendara sedang sedang melintas mengaku khawatir dengan keadaan tebing-tebing yang cukup curam tanpa penghijauan.

Di sisi lain, diakuinya ada sejumlah warga juga terlihat tinggal di lokasi rawan.

“Memang serba salah, apakah karena tidak memahami bagaimana bahaya longsor atau tidak ada niat memindahkan rumahnya, saya tidak tahu,” sebutnya.

Kepala BPBD Samosir, Muller Tamba mengimbau agar warga menjauhi lokasi yang diyakini rawan demi menghindari longsor. Warga disarankan mengantisipasi longsor

“Jangan melakukan penebangan pohon di lokasi tempat pemukiman apalagi lahannya miring. Karena kalau ditebang pohonnya akan berdampak sistemastis,” anjurnya.

Menghindari longsor jangka panjang, Muller menyarankan agar warga menyisipkan pepohonan di lahan masing-masing. Katanya, bagi warga yang membutuhkan bibit pohon, pemerintah menyediakannya di Dinas Lingkungan Hidup Samosir.

Baca Juga!  Bupati Launching Kalender Samosir Fiesta pada Puncak HUT XV

Sementara untuk longsor yang terjadi di jalan raya, menurutnya bukanlah wewenangnya.

“Itu tugas PU dan Dinas Perhubungan,” tambahnya.

Sumber : tribunnews.com

Loading...