Beranda Lintas Provinsi Warga Desa Sido Mulyo Keluhkan Adanya “Pungli” Program PTSL

Warga Desa Sido Mulyo Keluhkan Adanya “Pungli” Program PTSL

202
0
Ilustrasi.

Mesuji, buktipers.com – Masyarakat Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, sangat terbantu atas adanya program  Pemerintah Pusat, yaitu pembuatan buku sertifikat tanah, melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Namun di samping rasa senang itu, masyarakat juga mengeluhkan ulah oknum – oknum tertentu yang  mencari keuntungan, bahkan “pungutan liar” (pungli) dari program tersebut. Padahal harusnya, program ini gratis.

Masyarakat bingung karena tetap dikenakan biaya pembuatan buku sertifikat sebesar Rp. 300.000, sampai  Rp. 500.000 dan kalau tidak mau membayar, maka tidak dapat diproses di setiap desa.

Kepala Desa Sido Mulyo, Muammar mengatakan, di desa yang dipimpinnya, sebanyak 400 buku yang telah diajukan dan yang baru jadi atau tahap pertama masih sekitar 204 buku.

Baca Juga!  Satu Orang IRT di Dente Teladas Diringkus Polisi karena Narkotika, Ini Barang Bukti yang Diamankan

Saya diajak berkerja sama dengan salah satu media oleh Herman dari salah satu organisasi di Kabupaten Mesuji dan juga selaku ketua panitia dalam pembuatan PTSL Desa Sido Mulyo. Dan berbagi hasil dalam memungut pembuatan buku sertifikat kepada masyarakat Desa Sido Mulyo Kecamatan Mesuji, ungkapnya.

Untuk masyarakat yang ingin membuat buku sertifikat, melalui program PTSL dikenakan biaya sekitar Rp. 300.000,  sampai dengan Rp.500.000, per bukunya, tambahnya.

“Panitia Herman menyampaikan, bahwa bentuk kerjasama ini, saya sampaikan dengan Kades, kita tarik dari masyarakat sebesar Rp. 300.000; saya dapat Rp. 50.000; per buku. Kalau Rp. 500.000; saya dapat Rp. 100.000. Keuntungan ini bukan saya makan sendiri, kita akan berbagi di setiap wadah media yang ada di Kabupaten Mesuji,”ungkapnya.

Baca Juga!  Polisi Tembak Mati 3 Pelaku Curanmor Bersenjata Api

Wartawan telah menelusuri kebenarannya dan menemui Kades Sido Mulyo Muammar.

Saya sudah memberikan dana sebesar Rp. 20.000.000 kepada Ketua Panitia (Herman) untuk dibagikan di semua wadah/organisasi media yang ada di Kabupaten Mesuji, ujar Kades.

Kenyataanya di lapangan yang diberikan oleh panitia (Herman) hanya 3 (tiga) organisasi media.

Kalau memang seperti itu, kenapa harus menjual nama organisasi media yang ada di Kabupaten Mesuji.

Ketua AWI Wayan saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya diberi dana sebesar Rp. 300.000; (tiga ratus ribu rupiah) oleh Herman, ketua panitia PTSL Desa Sido Mulyo.

Yang seharusnya sebagai organisasi media menjadi kontrol sosial yang independent, membantu lapisan masyarakat, bukannya malah memback up pembuatan PTSL dan ‘pungli’ kepada masyarakat.

Baca Juga!  Polairud Polres Lingga, Tim SAR dan Warga Cari Korban Disambar Petir

 

(Time)

Loading...