Warga Desa Tanjung Haloban Terima Paket Sembako Covid-19, Ternyata Sebagian Sudah Kadaluarsa

0
102
Paket sembako Covid-19 dari Provinsi Sumut yang diduga kadaluarsa.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Darwin Hutabarat (55), warga masyarakat Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, menerima bantuan paket sembako dari pemerintah. Namun sangat disayangkan, sebagian sembako diduga kadaluarsa.

Hal itu diungkapkannya kepada wartawan, Minggu (7/6/2020), lalu.

Pengakuan Darwin, setelah mengkonsumsi bantuan sembako tersebut, dia mengalami batuk – batuk, dan melihat masa berlakunya, bulan 5 Tahun 2013, membuat Darwin dan keluarga semakin khawatir.

Tidak lama kemudian, dia memposting bantuan sembako itu, didinding Facebook-nya yaitu salah satu jenis bantuan kadaluarsa seperti minyak makan/goreng bermerek ..xx.

Saat dikonfirmasi, Darwin mengatakan, bantuan itu diterimanya melalui kepala dusun.

“Ada saya terima bantuan sembako, katanya bantuan terdampak Covid-19 dari pemerintah,”ujarnya.

Tambahnya lagi, salah satu jenis bantuan yang sudah expired/kadaluarsa itu minyak makan kemasan 1 kg sebanyak dua bungkus.

“Awalnya minyak tersebut saya gunakan menggoreng ikan, terus ikannya saya konsumsi. Beberapa lama kemudian, saya batuk batuk, ternyata minyak yang saya gunakan sudah kadaluarsa,”kata Darwin.

Ketua LSM BARIS (Barisan Rakyat Indonesia Satu), Ramses Sihombing saat diminta tanggapannya, tentang bantuan sembako yang sudah kadaluarsa itu mengatakan “sangat disayangkan, karena bisa menyebabkan bahaya bagi warga yang mengkonsumsinya,”ujarnya.

Kok bisa kebobolan, setahu saya pengadaan barang ini dari pemerintah melalui dinas. Ada beberapa dinas terkait disini. Daerah mendistribusikan ke kecamatan, baru ke desa desa sampai ke warga yang membutuhkan, sebut Ramses.

Kades Tanjung Haloban, Andi Rahman saat dikonfirmasi lewat pesan WA, tidak menanggapi.

Lain halnya Kadus Desa Tanjung Haloban, membenarkan ada membagi bantuan sembako dari Provinsi Sumut untuk warga terdampak pandemi Covid-19, beberapa hari lalu.

 

(Syafii Harahap)