Warga Jongkong Dihebohkan Penemuan Mayat, Terdapat Luka di Leher dan Usus Korban Keluar

0
7436
Mayat korban, foto barang bukti pisau dan polisi saat olah TKP.
Dijual Rumah

Kapuas Hulu, buktipers.com – Masyarakat  Dusun Rantau Duata, RT.001/RW.001, Desa Bontai, Kecamatan Jongkong,  Kabupaten Kapuas Hulu, dihebohkan penemuan mayat, yang di tubuhnya terdapat sejumlah luka akibat benda tajam.

Kapolsek Jongkong, AKP Josni Barus, membenarkan penemuan mayat tersebut dan korban diketahui berinisial RA (58).

Mayat korban ditemukan di dalam dapur rumahnya dan diduga meninggal dunia karena bunuh diri, dengan menggunakan benda tajam (pisau dapur).

Terdapat luka di bagian leher, perut bagian tengah dan usus bagian perut sebelah kiri keluar.

Dijelaskan Josni, kabar penemuan mayat itu, diterima pihaknya dari Juliandra, selaku Sekdes Desa Bontai, pada Kamis (19/3/2020) sore tadi, pukul 16.00 WIB.

Kronologisnya, sekira pukul 15.15 WIB, saksi Euis Susanti, datang ke rumah korban dan memanggil korban, namun tidak ada jawaban.

Kemudian Euis Susanti bersama saksi Rina Syafarianti, masuk ke dalam rumah korban dan menemukan korban sudah dalam keadaan sekarat (terdengar suara mengorok) dengan posisi terbaring miring ke sebelah kiri dan melihat darah mengalir dari bagian belakang dan dibagian leher, juga ada darah beku dan terdapat pisau dapur yang berlumuran darah, di ujung kaki korban.

Sambung Josni, lalu sekira pukul 15.30 WIB, saksi Rina memanggil  Yuniarti (Bidan di Poskesdes).

Mereka memeriksa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan atas ijin keluarga, Yuniarti  bersama keluarganya mengangkat korban ke ruang makan untuk dibersihkan.

Masih kata Josni, sekira pukul 15.40 WIB, keluarga korban memberitahukan kepada  M. Juliandra, selaku Sekdes Bontai dan sekira pukul 16.00 WIB, melapor ke Polsek Jongkong.

Dan tak lama, Kapolsek Jongkong, beserta anggota mendatangi TKP.

Menurut menantu korban, Susi Susanti, bahwa korban sering mengeluh mengalami sakit di bagian kaki, perut dan susah tidur, setelah istrinya meninggal dunia 2 tahun yang lalu dan korban sering mengatakan, sudah bosan hidup dan ingin mengakhiri hidupnya.

Dan menurut keterangan Yuniarti, selaku Bidan Desa Bontai, bahwa korban pernah berobat ke Poskesdes, sekira 3 bulan yang lalu dan hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami sakit rematik, infeksi usus, terkadang darah tinggi dan sudah diberikan obat.

“Korban pernah dirawat di Puskesmas Jongkong karena sakit yang dideritanya, “ujar Josni

Keluarga korban memutuskan untuk tidak dilakukan Visum Et Repertum dikarenakan keluarga korban sudah mengikhlaskan dan akan segera memakamkan korban.

“Korban akan dimakamkan pada malam hari setelah sholat maghrib sekira pukul 18.30 di TPU Desa Bontai, “jelas Josni lagi.

Ditambahkan Josni, pihak Keluarga sudah menerima atas meninggalnya korban yang diduga bunuh diri.

(Bayu)