Warga Kampung Sidodadi Ungkap Kecewaannya Terhadap Pelayanan Klinik Pratama Prima Husada

0
15
Plank Klinik Pratama Prima Husada.
Dijual Rumah

Tulang Bawang, buktipers.com – Warga Kampung Sidodadi, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, berinisial BI, mengeluhkan buruknya pelayanan yang diberikan Klinik Pratama Prima Husada yang terletak di jalan Lintas Rawajitu Sidoharjo Penawartama, Tulang Bawang.

Kekecewaan itu bermula saat anaknya, berinisial MH (2,5 Tahun) diduga telah ditolak oleh petugas Klinik Pratama Prima Husada dengan bermacam alasan yang tidak logis.

Dilansir dari status WhatsApp korban, dia menuliskan terkait kekecewaannya terhadap penangan pihak medis yang ada di klinik tersebut yang dinilai mengabaikan keselamatan pasien dengan memberikan berbagai alasan, sehingga tanpa melakukan penanganan sedikitpun terhadap pasien.

“Baru tahu saya kalau berobat di puskes malam-malam kayak mau boking hotel. Dengan entengnya petugas bilang, kalau untuk rawat jalan sudah tutup, adanya rawat inap, katanya dokter sudah tidur. Tanpa ngecek kondisi anak. Sedikit pun mereka tidak beranjak dari posisi mereka (ada yang nongkrong). Padahal suhu anak sudah 39,6 derajat celsius. Apalagi setelah mereka  tanya, umum atau BPJS, udah kayak main kelas aja, ekonomi 0 adanya kelas bisnis/VlP. Memangnya kenapa kalau pakai BPJS ?!. KAMI JUGA BAYAR!!. sya pindah klinik, allhamdullillah langsung ditangani. Sekedar kasih saran buat kalian kalau sakit malam-malam bilangin penyakitnya kambuhnya besok pagi aja, puskesmas sudah tutup,”tulis BI, di status WhatsAppnya.

Informasi yang dihimpun dari korban BI saat dihubungi melalui telpon, ia menjelaskan, kejadian tersebut berawal, ketika ia hendak ingin membawa anaknya berobat.

Saat itu, dirinya berdua bersama istrinya, membawa anaknya yang sakit, hendak berobat ke Klinik Pratama Prima Husada yang mana anaknya mengalami panas yang tinggi.

“Saya langsung datang ke klinik untuk membawa anak saya berobat. Sekitar jam 22.00 WIB, saya berangkat dari rumah menuju ke klinik, pada malam Kamis (28/1/2021). Sekitar jam 23.00 WIB, saya sampai di sana, dimana keadaan anak saya panasnya semakin tinggi. Sesampai di ruang tunggu klinik, karena saya masih parkir kendaraan, istri saya yang lebih dulu masuk, dan saya mendengar bahwa sudah tidak ada jadwal rawatnya lagi. Hanya ada jadwal rawat inap, dan adanya besok lagi, dan kalau kata istri saya, dokternya tidak ada lagi pada istrahat,”urainya, kepada media, Jum’at (29/1/2021).

Dia melanjutkan, selang tidak lama, para perawat bilang bahwa untuk sementara, jadwalnya sudah tidak ada (tutup,red).

Jika mau rawat inap, maka nanti dirawat inap, sebab untuk sekarang dokternya tidak ada karena sedang istirahat, katanya.

“Jadi selama di klinik itu, anak saya tidak dilakukan penanganan apapun, dan perawatnya bilang melalui pembatas kaca, jika ingin rawat jalan, maka besok. Lebih mirisnya lagi, petugasnya sedikitpun tidak beranjak dari posisi masing-masing. Mereka hanya diam dan tidak mengecek kondisi anak saya,”lanjutnya.

Lebih jauh, dia megatakan, akibat kebingungan melihat kondisi anaknya pada saat itu, lalu ia berpindah ke klinik lain, sehingga saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

“Sebelum beranjak ke klinik lainnya, sempat petugas klinik Pratama Prima Husada itu bertanya kepada saya, bahwa berobatnya pakai umum atau BPJS, namun tidak saja jawab sama sekali karena sudah panik. Melihat anak sudah sakit begini, pengen nyari tempat berobat yang bisa langsung melayani keluhan pasien,”katanya.

BI berharap supaya pihak terkait dapat memberi sangsi dan teguran keras terhadap pihak klinik Pratama Prima Husada, supaya hal serupa jangan sampai terulang lagi bagi pasien lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Klinik Pratama Prima Husada, belum bisa dikonfirmasi lantaran tidak bisa dihubungi.

(JN)