Warga Kehilangan Motor “Dipersulit” buat LP, Kapolres Tebingtinggi Janji akan Cek  

0
389
Saksi pelapor yang sempat kesal saat membuat laporannya di SPK Polres Tebingtingi.(foto/irlan.s)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tebingtinggi (Sumut)

Seorang warga, Surya Efendi Damanik merasa kesal ketika akan membuat laporan pengaduan (LP) atas musibah yang menimpanya ke Polres Tebingtinggi, Kamis (1/11/2018).

Pasalnya, di saat dirinya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Polres Tebingtinggi, kesannya pihak SPK “enggan” menerima pengaduannya.

Tidak sedikit wartawan berada di lokasi kantor itu, diantaranya ada dari media online, cetak dan televisi termasuk wartawan Buktipers.com.

Kronologis sebagaimana dipantau wartawan, ketika itu pelapor (korban), Surya Efendi Damanik (42), warga Kabupaten Simalungun datang ke Polres Tebingtinggi untuk mengadukan atas musibah yang dialaminya.

Efendi Damanik juga dikenal sebagai seorang jurnalis, dan sekarang bermukim di Jalan Sukarno Hatta, Lingkungan II, Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi.

Dia mendatangi Polres itu untuk membuat laporan pengaduan karena sepeda motor miliknya BK 4832 TBD hilang dari halaman rumahnya.

“Saat itu aku pergi sama kerabat enggak bawa kereta lae. Keretaku di rumah lae, tapi kuncinya kubawa. Kata Istriku keretaku dibawa naik becak, entah sama siapa gak kenal lae,” jelas korban.

Tapi entah kenapa, pihak SPK Polres Tebingtinggi katanya terkesan “malas” menerima laporannya.

Malahan imbuh dia, sempat terjadi perdebatan antara pihak rombongan wartawan (pers) dengan oknum polisi yang tidak berpakaian seragam (memakai baju kaos), diduga oknum itu sedang piket di ruang SPK.

“Perang Mulut” akhirnya bisa mereda setelah Bripka Roezy menghampiri rombongan media yang menemani pelapor.

Hingga akhirnya, laporannya diproses dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan No. : STPL / 415 / XI / 2018 /SPKT.TT.

Kabag Humas Polres Tebingtinggi Iptu J.Nainggolan ketika dikonfirmasi Buktipers.com, melalui aplikasi WhatsApp (WA), Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 08.40 Wib, jawabannya mengatakan seperti ini; “Selamat pagi dan mohon maaf iya. Mana mungkin dipersulit bos dan pakaian mungkin mereka habis sholat bersih bersih. Terimakasih,” balasnya.

Hari yang sama, Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi SIk, saat dikonfirmasi melalui WA, merespon dengan nada sedikit heran; “Masa pak..?  Maaf kalau begitu pak, nanti kami cek,”  jawab Kapoles singkat.(Irlan.S)

 

Editor : Maris