Warga Labuhanbatu Heran, Al-Uois Tidak Kontrol Tempat Hiburan Malam Lainnya

0
5
Kumpulan Al-Uois saat Geruduk THM Brother Station.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Keheranan warga Labuhanbatu timbul saat Kumpulan Al-Uois hanya mengontrol sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) Brothers Station, Kamis malam (17/11/2022) lalu, sedangkan THM lain seperti Sky, Blink, One Heart, dan lainnya tidak didatangi.

Kumpulan Al- Uois menduga Brothers Station menjadi tempat peredaran Narkoba, sedangkan masyarakat Labuhanbatu mengetahui masih banyak THM lain yang beroperasi di Kota Rantauprapat.

Saat menggeruduk Lokasi Brothers Station, salah satu kordinator aksi mengatakan, bahwa kedatangan mereka disebabkan adanya keresahan masyarakat karena beroperasinya Brothers Station (BS).

Ia menyebutkan, bahwa ada kegiatan yang melanggar Undang-Undang di THM BS tersebut, seperti peredaran Narkoba, jam operasional, dan minuman keras yang beralkohol tinggi.

Anehnya, tempat hiburan malam bukan hanya Brothers Station saja, masih banyak lagi di Kota Rantauprapat yang banyak diketahui masyarakat Labuhanbatu, namun Kumpulan Al-Uois terkesan fokus ke BS saja.

Salah satu warga Kelurahan Lobusona, Kecamatan Rantau Selatan saat dikunjungi awak media ini, Sabtu (19/11/2022) yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku sangat heran dengan aksi menggeruduk ke lokasi hiburan malam tersebut.

“Lucu sih bang, kalo cuma Brothers Station saja yang didemo, tempat hiburan malam lain juga ada yang jual minuman keras, dan jam operasionalnya juga kadang sampai subuh masih hidup musiknya, saya sering kok lewat situ,”ungkapnya.

“Gak usah jadi orang munafik lah kalau menurut saya, peredaran Narkoba tidak hanya di tempat hiburan malam saja, mungkin di daerah rumahnya yang demo-demo itu mungkin banyak peredaran Narkoba, berantaslah, kalau memang ingin memberantasnya,”sambungnya.

Kemudian awak media ini turut mengunjungi Brothers Station, dan bertanya apakah memang izin operasional belum ada?

Salah satu Pengawas BS, inisial “A” mengatakan, bahwa Izin masih dalam proses pengurusan karena pergantian pengelola direktur yang baru.

“Masih proses pengurusan kalau ku dengar dari Manager Bang, karena sebelumnya izin tersebut masih atas nama direktur yang lama, tahu sendirilah bang ngurus izin prosesnya gimana, syarat-syarat yang harus dipenuhi, kalau ada yang bisa buat izin satu hari siap, mantap itu orangnya Bang,”tuturnya.

“Sedikit nanya Bang, kalau suatu organisasi atau aliansi tidak ada izin, akte notarisnya gak ada, dan tidak terdaftar di Kesbangpol, apa boleh dalam Undang-undang buat perkumpulan demo-demo gitu bang? Aparat Penegak hukum mengizinkan gak itu bang? ,”tanyanya.

Awak media ini hanya bisa menyarankan kepada pengawas tersebut untuk langsung bertanya kepada ahli yang memang mengerti tentang Undang-undang.

(Tim)