Warga Penerima RTLH Disuruh Cari Dana Talangan

0
292
IMG-20180120-WA0001
Loading...

BuktiPers.Com – Bogor (Jabar)

Mestinya pemerintah Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk lebih Bijaksana dalam melaksanakan Program Rumah tidak layak Huni (Rutilahu) sehingga si penerima mamfaat tidak merasa terbebani dengan Bantuan tersebut, juga harus Berpedoman kepada aturan juklak dan juklis.

Namun sayang, Warga Kampung Citiis, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengaku “sangat kecewa” terhadap bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang diberikan oleh pihak Desa, pasalnya barang material yang dikirimkan dinilai tidak sesuai dengan anggaran.

Kepada BuktiPers.Com, Jumat (19/1/2018), Ucum, salah satu penerima bantuan RTLH berkomentar, “Saya bingung pak nerima barang material dari pihak Desa… Anggaran RTLH berupa barang 1 bulan kemarin cuma dapat pasir 1 engkel, batako 1500, semen 15 sak, internit 8 lembar, asbes 15 lembar, cat 4 kg 3 kaleng, cat 2 kg 2 kaleng, paku 2 kg, kaso 30 batang dan uang buat biaya tukang Rp. 700.000. Itupun dikasih sesudah ada wartawan datang,” ungkapnya dengan wajah prihatin.

Baca Juga!  Motor Cross Di Simalungun Banjir Peserta

Dikatakan Ucum, barang sudah diterima 1 bulan yang lalu dan sesudah barang diterima, pihak Desa pun tidak ada yang mengontrol lagi.

“Pas saya ke Desa menanyakan kapan mau mulai dibangun, yang ada pihak Desa menyuruh saya cari uang talangan dulu buat mulai pasang pondasi, sementara, waktu barang material turun, uang buat bayar tukang pun belum dikasih, tapi setelah saya ngomong sama wartawan 5 hari kemarin langsung dari pihak Desa pada datang lagi ke rumah dan suruh mulai memasangkan barang material tersebut. Barang material mulai dipasang baru 5 hari kemarin dan uang upah dikasih 700 ribu.
Yang jadi bingung pihak Desa menyuruh membereskan bangunan ke saya dan beli barang dulu saya, sementara saya sendiri tidak punya uang,” tambahnya.

Baca Juga!  Miris ! Wartawan Dianiaya Di Depan Polisi

Terkait hal ini kepala Desa Marung Menteng, Maman, saat dikonfirmasi berkomentar, “Kami sebagai kepala Desa tidak tahu adanya keterlambatan bangunan RTLH itu, karena semuanya sudah kami serahkan kepada pihak TPK, dan kalau memang ada bangunan yang belum selesai insya Allah kami akan musyawarahkan lagi dengan tim TPK agar segera dibereskan dan barang kekurangannya akan dikirim lagi, karena yang mendapat RTLH di Desa kami ini bukan 1 warga itu doang, masih ada warga yang lain juga yang belum selesai,” ujarnya.

“Di desa kami penerima RTLH ada 30 unit. Unit pertama 15, yang kedua 15. Dan saya sendiri tahu dengan keberadaan rumah bu Ucum, emang awalnya rumah itu kena angin puting beliung, terus didaftarkan ke program Rumah tidak layak huni (RTLH),” jelasnya.

Baca Juga!  Wooow...!! Di OKU Selatan Ada Candi Seusia Candi Prambanan Dan Candi Borobudur

Terpisah, Ketua forum gerakan berantas korupsi indonesia (Forgebuki) melalui Ketua DPP Timbul.SH menegaskan, “Jika memang peristiwa ini benar terjadi kepada penerima manfaat bantuan tersebut mungkin ini kado buruk buat pemerintah desa Warung Menteng tersebut.hal tersebut tidak boleh dibiarkan terjadi, mestinya si penerima harus diberikan bantuan sukarela bukan malah di kasih beban lagi,” tegasnya menanggapi masalah tersebut.

Pria yang sudah malang melintang di dunia Lembaga sosial juga Pernah bekerja di lembaga Tindak pidana korupsi (TIPIKOR) berharap agar problem tersebut segera diselesaikan pemerintah desa. kepala Desa bijak dan tidak melempar masalah kepada pihak lain.

“Apapun alasan hal itu adalah bagian dari tanggung jawab kades tersebut,” pungkasnya. (Choky/Red)

Loading...