Warga Rusunawa Tapteng Keluhkan Tingginya Tarif Listrik

0
123
Rusunawa Tapteng. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Meski sepekan mati lampu, ternyata warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), juga terkena imbas  bengkaknya pembayar tagihan listrik.

Menurut mereka, tidak logika rumah susun sekecil ini membayar sampai Rp300 ribu lebih tiap bulannya.

“Setelah di bawah naungan Viktor Tobing selaku KUPT Rusunawa Tapanuli Tengah, listrik sudah tidak normal pembayarannya. Sebelumnya warga rusunawa ini pada saat pembayaran listrik, belum pernah menunggak lantaran beban pembayaran masih relatif normal, hanya berkisar satu bulannya mencapai 70.000 rupiah,” ujar salah satu warga, Rabu (3/7/2019).

Warga rusunawa meminta kepada Pemkab Tapteng agar menurunkan tarif listrik di rusunawa, karena warga juga harus membayar kontrakan rumah setiap bulannya.

Hal itu disampaikan Tati Rosniati, sebagai warga rusunawa.

Selain pembayaran air,  sampah, listrik, warga juga punya  beban menyekolahkan anak, ujarnya.

“Saya tinggal disini, karena saya orang tidak mampu, tapi lihat lah pembayaran listrik ngeri, tiap bulannya bengkak pembayaran. Di zaman era globalisasi seperti ini, sulit mencari sesuap nasi, belum lagi beban menyekolahkan anak-anak dan lainnya,” lirih Tati, Rabu (3/7/2019).

Kata wanita ini yang berbadan gempal ini, warga hanya berharap agar tarif listrik diturunkan seperti semula saat mereka masuk ke rusunawa.

“Listrik saya rasa hanya dipakai memasak nasi dan tv kurasa tidak pala sampai memakan arus listrik yang signifikan. Kalau lampu di rusunawa, lihatlah berapa titik di dalam bisa kita lihat. Semoga harapan kami ini bisa didengar,”ujarnya.

 

(Job Purba)