Beranda Sumut Warga Terbangun Di Malam Hari, Panik Lihat Banjir Setinggi Paha

Warga Terbangun Di Malam Hari, Panik Lihat Banjir Setinggi Paha

252
0

Buktipers.com-Simalungun (Sumut),

Diguyur hujan pada senin (1/10/2018) malam, rumah warga lingkungan 8 (delapan) kelurahan Perdagangan 1 kecamatan Bandar kabupaten Simalungun yang berada disekitar pabrik karet PT Sentang Raya Indonesia (SRI) terendam banjir setinggi paha orang dewasa.

Peristiwa tersebut sontak membuat panik warga yang tertidur lelap untuk menyelamatkan harta benda mereka.

Syafii (45), salah seorang warga yang rumahnya mengalami banjir mengatakan, saat kejadian sekitar pukul 11.30 WIB dirinya beserta keluarganya sudah tertidur lelap.

Dijelaskannya, untung saja saya terbangun, kalau tidak, saya tidak tahu lagi dengan kondisi keluarga saya, terutama anak saya, ungkapnya.

Disaat dirinya terbangun lanjutnya, melihat kondisi anaknya sudah terapung banjir diatas kasurnya bahkan salah satu anaknya terbungkus kasur.

Baca Juga!  Ketua TP PKK Asahan Sosialisasikan Pemeriksaan IVA Tes Dan Pemeriksaan Kanker Payudara

Hal yang sama juga dialami Irwan (43) warga lainnya mengatakan, banjir yang dialami mereka disebabkan tembok perusahaan yang melintang diatas saluran parit, sehingga debit air parit terhambat tembok. “Kalau tidak ditembok, pemukiman kami tidak akan banjir, sebab selama ini kami tidak pernah mengalami ini, ” ujarnya. Supaya banjir tidak bertambah besar lanjutnya, dirinya terpaksa menjebol tembok milik perusahaan tersebut.

Dirinya dan warga yang lain sangat berharap agar perusahaan memahami dan mementingkan permukiman warga yang berada disekitar pabrik.

“Kami tidak menuntut dan meminta sesuatu kepada perusahaan, kami hanya berharap merasa nyaman dan aman disini, dan kami juga berharap agar perusahaan dapat membantu mengganti rugi atas kerugian yang kami alami, ” harapnya dan melaporkan kejadian yang dialami warga kepada kepala lingkungan 8.

Baca Juga!  Bupati Sergai Serahkan Alat-Alat Kesenian

Abdul Azis, kepala lingkungan 8 Perdagangan 1 membenarkan atas kejadian yang dialami warganya dan sudah memberitahukan kejadian tersebut ke pihak perusahaan.

“Hal ini sudah kita beritahukan kepada pihak perusahaan, dan pihak perusahaan sudah meresponnya dengan melakukan pengerukan saluran parit yang tersumbat” ujarnya.

Pantauan Buktipers.com pada selasa (2/10/2018) pihak perusahaan melakukan pengerukan di saluran parit warga.

Disela-sela pengerukan parit, warga masih mengesalkan pihak perusahaan yang dianggap kurang memahami lingkungan sekitar perusahaan . Bahkan beberapa warga mengatakan jika belum terjadi sesuatu hal terhadap warga, pihak perusahaan tidak perduli dengan lingkungan sekitar perusahaan. (Adi/Red)

Loading...