Beranda Hukum Warga Ujung Padang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Polisi Temukan Sejumlah Kejanggalan dan...

Warga Ujung Padang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Polisi Temukan Sejumlah Kejanggalan dan Terendus Masalah Sabu

74
0
Mayat korban saat masih di TKP.
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Wilayah hukum Polsek Bosar Maligas mendadak dihebohkan penemuan sesosok mayat laki – laki yang diduga tewas gantung diri, tepatnya di Lingkungan I Pekan Ujung Padang, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Minggu (16/6/2019) pagi, pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui bernama Edi Syah Putra alias Gindul (42), wiraswasta, penduduk Lingkungan I Pekan Ujung Padang.

Petugas yang mendapat informasi kematian korban,langsung turun dan melakukan olah TKP.

Hasilnya, petugas menemukan kejanggalan layaknya orang gantung diri, karena posisi kaki tidak tergantung dan menyentuh lantai, lidah tidak terjulur, seperma tidak keluar dan simpul tali seperti diikat serta tangan korban dapat meraih atau memegang tangga untuk naik keloteng. Dan terakhir, tangan korban posisi mengenggam.

Adapun saksi, yaitu Wawan (28), tukang angon lembu, warga Huta III Rapuan Hulu, Nagori Tanjung Rapuan, Bambang Sudirman (40), pengangon lembu (mantan pers Polri), warga Lingk I Pekan Ujung Padang (adik tiri korban) dan Sri Rejeki (38), ibu rumah tangga (ikut suami), juga warga Lingkungan I Pekan Ujung.

Baca Juga!  Habisi Istri Karena Ingin Nikahi Selingkuhan, Suami Kerahkan Tiga Pembunuh Bayaran

Adapun kronologisnya, yaitu Minggu (16/6/2019) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, Juned,  Guru (adik tiri korban satu ayah lain ibu dengan korban), warga Selat Panjang Pekanbaru, Baby alias Mami Baby, warga Simpang Mayang Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun dan terakhir Edi Syah Putra (korban,red), datang ke rumah Bambang Sudirman (saksi) dan sekitar pukul 09.00 WIB, pemilik rumah permisi kepada korban untuk mengangon lembu, namun dicegah korban dengan mengatakan “jangan pergi dulu kau dek, karena aku dengan Juned lagi bertengkar”. Akan tetapi pemilik rumah tetap pergi dari rumah untuk mengangon lembunya. Dan sekitar pukul 09.15 WIB, saksi Sri Rezeki ketemu dengan Juned, di Pekan Ujung Padang dan Juned mengatakan “bahwa korban sudah gantung diri di rumahnya”.

Akan tetapi saksi Sri Rejeki menganggap keterangan  Jened gurauan atau bercanda.

Baca Juga!  Pria Ini Meninggal Dunia setelah Turun dari Angkot

Dan selang beberapa menit kemudian, saksi Sri Rejeki melihat warga berdatangan ke rumahnya. Lalu saksi melihat korban posisi sudah tergantung di tangga naik ke loteng rumah, dan Marko menghubungi Bambang atas permintaan istri Bambang (Sri Rejeki,red) agar pulang ke rumah. Dan selanjutnya warga menghubungi pihak kepolisian untuk proses hukum.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan 1 (satu) utas tali tambang yang digunakan diduga untuk bunuh diri, satu bilah pisau karter yang disimpan di saku celana korban, dan satu utas sisa tali tambang untuk gantung diri.

Diperoleh informasi dari Bambang Sudirman (adik tiri korban,red), bahwa pada hari Sabtu, 14 Juni 2019, sekitar pukul 22.00 WIB lalu, korban Edi Syahputra bercerita dalam keadaan terjepit, karena masalah mengantar sabu-sabu dari Selat Panjang Dumai ke Pekanbaru, Riau, sebanyak 1 (satu) Kg.

Dan setelah sabu sampai ke Pekanbaru (pembeli), namun tidak dibayar oleh pembeli, karena menunggu barang laku, baru dibayar.

Baca Juga!  Warga Siantar Sitalasari Heboh !!! Sihar Saragih Tewas Bersimbah Darah Didalam Kamar

Dan saksi Bambang Sudirman mengatakan, “itu masalah mu, jangan kau seret saya karena aku punya keluarga”.

Kemudian pada Minggu (16/6/2019), sekitar pukul 08.30 WIB, Juned dan Guru serta Beby alias Mami Beby, datang ke rumah korban dengan mengendari RBT (ojek) dan Bambang melihat serta mendengar para tamu lagi bertengkar mulut sama korban, tepat di teras rumah korban (TKP).

Dan  Juned mengatakan kepada korban “harus kau selesaikan masalah mu atau apa perlu si Hamdan yang turun menjumpai mu?”.

Menurut keterangan saksi Bambang Sudirman, Hamdan diduga pemilik sabu yang diantar korban dan Juned adalah pesuruh Hamdan.

Hamdan dan Juned, awalnya penduduk Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun dan sekarang menetap di Pekanbaru.

Sementara handphone milik korban Edi syah Putra dengan nomor : 082267524495 tidak ditemukan dan diduga dibawa Juned.

 

Loading...