Beranda Serba Serbi Warga Yang Bermukim Dibantaran Sungai Batangayumi Masih Trauma Dengan Banjir Bandang

Warga Yang Bermukim Dibantaran Sungai Batangayumi Masih Trauma Dengan Banjir Bandang

151
0
Loading...

Buktipers.com – Padangsidimpuan (Sumut)

Akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Padangsidimpuan Sabtu (22/09/2019) mengakibatkan debit air Sungai Batang Ayumi naik. Dimana pada sekira pukul 17.30 Wib hujan mulai turun disertai angin kencang dan petir. Curah hujan mulai tinggi pada pukul 18.00 Wib. Akibat tingginya curah hujan ini mengakibatkan debit air Sungai Batang Ayumi naik dan masyarakat yang bermukim tidak jauh dari bantaran Sungai Batang Ayumi mulai cemas.

Seperti di Gang Raya Kelurahan Batang Ayumi, Kecamatan Padangsidimpuan Utara terlihat para ibu-ibu sibuk mengumpulkan barang-barang yang bisa dibawa untuk mengungsi, bila tiba-tiba terjadi yang tidak diinginkan dan terlihat juga dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Padangsidimpuan memonitoring di pinggir Sungai Batang Ayumi bersama warga.

Baca Juga!  LVRI Kota Padangsidimpuan Rayakan Hari Jadi Ke 61

Kekhawatiran masyarakat yang bermukim tidak jauh dari bantaran Sungai Batang Ayumi ini, dimana pada tahun lalu pada Minggu (26/03/2017) malam, banjir bandang melanda sebagian Kota Padangsidimpuan akibat Sungai Batang Ayumi tersebut meluap, sehingga setiap curah hujan tinggi, rasa takut dan trauma masih menghantui diri mereka.

“Dengan curah hujan yang tinggi seperti hari ini dan durasi hujannya juga lama,tentu kami masyarakat yang tinggal tidak jauh dari bantaran Sungai Batang Ayumi merasa cemas.Karena kita tahu sendiri pada tahun yang lalu,sempat terjadi banjir bandang.Dari kejadian yang tahun lalu itulah dalam diri kita, rasa takut dan trauma masih manghantui bila curah hujan tinggi dan durasi hujannya lama” kata Darwin salah satu warga Gang Raya, Kelurahan Batang Ayumi, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, kepada Wartawan.

Baca Juga!  Siantar Martoba Berpotensi Menengah-Tinggi Terjadinya Pergerakan Tanah

Menurutnya rasa takut dan trauma akan banjir bandang pada tahun yang lalu masih ada pada diri masyarakat yang tertimpa banjir bandang tersebut, khususnya mereka warga Gang Raya. (ucok siregar)

Loading...