Warning Polres Tanggamus “Berhasil”

0
274
Keterangan Foto : Seorang warga menyerahkan senpi rakitan
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tanggamus (Lampung)

Warning Polres Tanggamus kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata api (Senpi) dan bahan peledak ilegal membuahkan hasil.

Hari ini, Rabu (21/11/18), Polres Tanggamus menerima sekaligus 3 Senpi rakitan dari 3 orang warga.

Ketiga warga yang telah menyerahkan senpi tersebut antara lain: Irhamsyah (57) alamat Pekon Raja Basa Kecamatan Bandar Negeri Semong Kabupaten Tanggamus menyerahkan 1 pucuk Senpi laras pendek, Andi Saputra (28) alamat Pekon Gunung Megang Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus menyerahkan 1 pucuk Senpi laras panjang jenis locok.

Edi Siswanto alias Edi Karso (51) tokoh masyarakat alamat Kelurahan Pajaresuk Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu menyerahkan senpi yang diwakilkan warganya 1 pucuk Senpi laras pendek (pistol) berikut 3 butir amunisi aktif

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, SH. Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas menerima langsung penyerahan senpi itu.

Ikut hadir menyaksikan penyerahan senpi itu, Karo Sarpras Polda Lampung Kombes Pol Edi Yunianto, Dir Binmas Polda Lampung Kombes Pol Jhony yang saat itu sedang melaksanakan pemeriksaan kendaraan Bhabinkamtibmas.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si mengatakan dalam rangka Operasi Waspada Krakatau 2018 yang berlangsung dari tanggal 15 Nopember – 28 Nopember 2018 dengan sasaran kepemilikan senjata api dan bahan peledak ilegal.

“Hari ini Polres Tanggamus menerima 3 Senpi ilegal yakin 2 pucuk dari Kabupaten Tanggamus dam 1 pucuk dari Kabupaten Pringsewu melalui Polsek Pringsewu Kota,” kata AKBP I Made Rasma dalam keterangannya.

Kapolres Tanggamus mengucapkan terima kasih atas penyerahan tersebut, “terima kasih kepada warga masyarakat yang dengan sadar menyerahkan senjata api ilegal kepada Polres Tanggamus,” ucapnya.

Kesempatan itu juga Kapolres menghimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan atau memiliki agar segera menyerahkan ke Polres Tanggamus.

“Kami masih menghimbau masyarakat yang masih menyimpan senpi ilegal agar secara sukarela menyerahkan kepada Polres Tanggamus. Apabila tidak, maka akan berhadapan dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga tersebut Andi Saputra menerangkan bahwa senjata api laras panjang tersebut disungai dikubur di batu. “Sekitar setahun lalu saat hendak mencari ikan di sungai Lubuk Gajah Pekon Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan sekitar setahun lalu,” tutur pria yang sehari-hari bertani itu.

Namun ia mengaku tidak pernah menggunakan senjata tersebut dan hanya ditaruh dirumah, lantas setelah mendapatkan informasi dari media bahwa apabila menyerahkan tidak dijerat hukum maka ia memberanikan diri menghubungi salah satu anggota Tekab 308 Polres Tanggamus. “Mendengar himbauan dari Polres Tanggamus memberanikan diri menyerahkan,” tegasnya.

Hal sama diungkapkan Irhamsyah (57), sejak senpi ditemukan anaknya di blok 3 sekitar 8 bulan lalu hanya di simpan. Setelah mendengar pengumuman itu, ia sukarela menyerahkan ke Polres melalui salah satu anggota tim Tekab 308.

“Sekitar 8 bulan lalu, anak saya yang menemukan namun tidak pernah dipakai,. itu kami serahkan setelah mendengar pengumuman Kapolres Tanggamus,” pungkasnya. (nang)