WNA Irak dan 3 Terdakwa Dituntut Hukuman Mati karena Selundupkan 1,196 Ton Sabu

0
3
Sidang penyelundupan 1,196 ton sabu. Foto: Agung/SINDOnews
Dijual Rumah

Bandung, buktipers.com – Empat terdakwa penyelundupan 1,196 ton narkotika jenis sabu, di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, dituntut hukuman mati. Tuntutan itu dibacakan Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Keempat terdakwa terdiri dari Hendra, Heri, Andri, dan Mahmud Daud yang merupakan WNA asal Iraq.

Mereka didakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 junto 132 UU Nomor 35 tahun 2009, Pasal 113 junto 132, Pasal 115 junto 132, dan Pasal 112 ayat 2 junto 132.

JPU I Dewa Gede Wirajana mengatakan, tuntutan hukuman mati kepada keempat terdakwa yang hadir secara virtual dalam sidang tersebut sesuai dengan dakwaan jaksa dalam sidang sebelumnya.

“Empat orang terdakwa masing-masing kami tuntut pidana mati dan barang bukti sudah kami bacakan di depan persidangan,” ujar JPU I Dewa Gede Wirajana, seusai persidangan, Selasa (8/11/2022).

JPU lainnya, Rika Fitria Nirmala menambahkan, dari empat pasal yang didakwakan, para terdakwa hanya terbukti melanggar satu pasal.

“Empat orang terdakwa ini dituntut dengan Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

Rika juga menjelaskan, alasan tuntutan hukuman mati yang diberikan kepada para terdakwa.

Menurutnya, keempat terdakwa terbukti mengedarkan narkotika jenis sabu yang merugikan negara dan penerus bangsa.

“Dari perbuatan para terdakwa ini negara dirugikan Rp1,4 triliun. Kemudian, apabila narkotika ini beredar merugikan masa depan bangsa, utamanya generasi muda akan hancur,” jelasnya.

Sementara itu, Ira Mambo, kuasa hukum terdakwa mengatakan, kliennya tidak sepenuhnya bersalah dalam upaya penyelundupan sabu yang mendapatkan atensi khusus dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu.

“Bahwa sesuai dengan fakta persidangan yang kami ikuti kemarin dengan saksi dan sebagainya, bahwa ada pelaku intelektual di sini seorang warga negara asing yang tidak diketahui keberadaannya,” tukasnya.

Ira juga mengungkapkan, dalam persidangan sebelumnya, muncul nama Rais yang disebut dalam persidangan. Dia menduga, Rais lah aktor intelektual yang menggerakkan para terdakwa untuk menyelundupkan sabu.

“Karena uang dan arahan itu dari seorang bernama Rais tersebut, yang tadi dibacakan oleh jaksa,” tukasnya.

 

Sumber : Sindonews.com