Beranda Nasional Wooow Dahsyat…! Biaya Prona 800.000 Di Tanggamus

Wooow Dahsyat…! Biaya Prona 800.000 Di Tanggamus

356
0
IMG-20180316-WA0032
Loading...

BuktiPers.Com – Tanggamus (Lampung)

Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) diatur dalam Kepmendagri No.189 Tahun 1981 tentang Proyek Operasi Nasional Agraria yang bertujuan memproses pensertipikatan tanah secara masal sebagai perwujudan dari pada program Catur Tertib di bidang Pertanahan yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dan ditujukan bagi segenap lapisan masyarakat terutama bagi golongan ekonomi lemah, serta menyelesaikan secara tuntas terhadap sengketa-sengketa tanah yang bersifat strategis bukan dijadikan ajang Pungli guna meraup keuntungan.

Kali ini Kepala Pekon Argopeni Kec Sumberejo melalui Pokmas dan Aparat Pekon diduga melakukan pungli dalam memasang tarif pembuatan sertifikat tanah di program Prona tahun 2017, yang dalam ketentuannya adalah gratis. Sehingga banyak masyarakat yang notabane adalah masyarakat miskin mengeluhkan pungutan tersebut, seperti yang dialamai KR (58) salah satu warga Pekon Argopeni yang ditemui di rumahnya, Kamis (15/3/2018) kemarin.

Baca Juga!  BPJS Ketenagakerjaan Tawarkan Kades Jadi Peserta.

Dia menjelaskan bahwa dia adalah salah satu masyarakat yang membuat sartifikat tanah melalui program prona tahun 2017, dan untuk pembuatan sartifikat tanahnya itu Dia diharuskan mengeluarkan uang sebesar Rp.900.000 ke aparat pekon atas perintah Kakon Argopeni.

“Saya didatangi oleh pak RT atas perintah Pak Kakon untuk menagih biaya sertifikat prona sebesar Rp.900.000, tapi karena saya belum memiliki uang untuk membayar lalu pak RT pamit pulang sembari mengatakan sertifikat saya akan ditahan oleh Kakon,” ujarnya sedih.

Senada, hal ini juga dialami oleh SR (36) pekon argopeni, bahwa dia dipungut biaya pembuatan sertifikat tanah program prona tahun 2017 sebesar Rp 800.000 oleh Agus Ketua POKMAS dan juga menjabat sebagai Kaur di pekon Argopeni tersebut.

Baca Juga!  Asyik Nyabu Bersama 3 Pria, Seorang IRT Di Ciduk Polisi

“Saya dipaksa untuk melunasi biaya pembuatan sertifikat tanah pertengahan puasa tahun kemarin oleh Agus, padahal sudah saya katakan nanti aja mas setelah lebaran aja. Tapi Dia (Agus-red) berkilah bahwa biayanya untuk pelunasan di BPN Tanggamus, ya karena saya orang awam akhirnya saya bayar aja,” jelasnya sambil menujukkan kwitansi.

Dilain pihak, saat dikonfirmasi ke aparat Pekon Argopeni, Ahmad Nizar salah satu Anggota Pokmas dan juga Anggota LPM (Lembaga Pemberdaya Masyarakat) membenarkan pungutan tersebut.

“Memang benar tarif pembuatan sertifikat tanah diprogram Prona tahun 2017 dipungut biaya sebesar Rp 500.000.00, tetapi itu berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat,” ungkap Ahmad Nizar di rumahnya. (Tim/Red)

Loading...