Wujud Kepedulian, Darma Tinjau Korban Angin Puting Beliung Sei Bamban

0
11
Darma Wijaya saat mengunjungi warga, korban angin puting beliung.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Wujud kepeduliannya, Darma Wijaya, calon Bupati Serdang Bedagai, memberikan bantuan kepada para korban angin puting beliung, di Dusun XV Kampung Jati, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Senin (30/11/2020).

Darma tampak di dampingi pengurus Pemuda Pancasila, tim pemenangan Dambaan, serta tokoh agama, saat menyambangi warga.

Bahkan, rombongan yang digawangi Budi, selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai, juga sebagai sekretaris tim pemenangan pasangan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan (Dambaan),  memberi beragam bantuan seperti beras, minyak goreng dan mie instan.

Berdasarkan data yang dihimpun dilapangan, 81 rumah mengalami rusak berat, akibat puting beliung.

Darma Wijaya mengatakan, musibah angin puting beliung terjadi karena bencana alam yang tak terduga – duga.

“Ambil hikmahnya dari musibah ini. Ini adalah gotong royong dari Pemuda Pancasila, tim pemenangan Dambaan, tokoh agama yang dikomandoi dari ketua Gerindra, Pak Budi. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Jangan dilihat dari nilainya, karena bapak ibu adalah bagian dari kami,”ucapnya.

Sementara itu, Sarah, salah satu korban angin puting beliung, menceritakan terjangan angin puting beliung  yang meratakan bangunan rumahnya dan merusak sejumlah barang perabotannya.

“Awalnya mendung, awak kira mau hujan biasa aja, awak tutup pintu. Rumah – rupanya angina. Kok lama – lama, anginnya makin kencang, tumbang semua pohon – pohon di depan rumah. Mau keluar rumah pintu gak bisa dibuka,”ucapnya.

Angin puting beliung, menurut dia, berhembus cukup lama, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Sarah hanya bertiga di rumah dengan bayi dan adik kandungnya.

Dia tak bisa berbuat banyak, ketika angin mulai merobohkan dinding dan atap rumahnya. Sarah hanya bisa melindungi anak, adik kandung, dan dirinya.

“Saya sama adik saya, lari ke dapur untuk menyelamatkan diri saat angin kencang, karena dapur yang saat itu tidak rusak parah, “ucapnya dengan mata berkaca-kaca dan trauma.

 

(ML.hrp)